Rabu, 16 Maret 2011

makalah 2tier

Sistem Client/Server
 Model komputasi yang terjaring (networked)
 Proses didistribusikan antara client dan server .
 Client – workstation (PC) yang meminta dan menggunakan layanan .
 Server – komputer (PC/mini/mainframe) yang memberikan layanan .
 Dalam lingkungan DBMS, server adalah database server .
Logika Aplikasi dalam Sistem Client/Server
Antarmuka GUI :
• Presentation Logic
• Input – keyboard/mouse
• Output – monitor/printer
Prosedur, fungsi, program :
 Processing Logic
 Pengolahan I/O
 Aturan bisnis
 Manajemen data
Aktifitas DBMS :
 Storage Logic
 Penyimpanan/temu balik data
Arsitektur Client/Server
Karena keterbatasan sistem file sharing, dikembangkanlah arsitektur client/server. Salah satu hasilnya yaitu berupa software database server yang menggantikan software database berbasis file server. Dikenalkan pula RDBMS (Relational Database Management System). Dengan arsitektur ini, query data ke server dapat terlayani dengan lebih cepat karena yang ditransfer bukanlah file, tetapi hanyalah hasil dari query tersebut. RPC (Remote Procedure Calls) memegang peranan penting pada arsitektur client/server.
Server adalah komputer yang dapat memberikan service ke client, sedangkan client adalah komputer yang mengakses beberapa service yang ada di server. Ketika client membutuhkan suatu service yang ada di server, dia akan mengirim request kepada server lewat jaringan. Jika request tersebut dapat dilaksanakan, maka server akan mengirim balasan berupa service yang dibutuhkan untuk saling berhubungan menggunakan Socket.
1. Karakteristik Server
a. Pasif
b. Menunggu request
c. Menerima request, memproses mereka dan mengirimkan balasan berupa service
2. Karakteristik Client
a. Aktif
b. Mengirim request
c. Menunggu dan menerima balasan dari server
Arsitektur File Server
 Seluruh pemrosesan dilakukan pada PC yang meminta data
 Keseluruhan file ditransfer dari server ke client untuk diproses
 Masalah:
–Jumlah data yang besar ditransfer melalui jaringan
–Tiap client harus memiliki DBMS
 Tuntutan sumber daya pada setiap client
 DBMS pada client harus mengetahui shared locks, pemeriksaan keutuhan, dan lain-lain.
Sejarah Tier
15 tahun sejak diperkenalkan client/ server telah menjadi pilihan dalam arsitektur
aplikasi. Client/ server diaplikasikan pada aplikasi mainframe yang sangat besar
untuk membagi beban proses loading antara client dan server. Sebagai dampaknya
client/ server telah mengubah cara/ pola pikir kita dalam men-desain dan
membangun aplikasi. Dan ini sangat membantu end-user dalam peng-harapan
tentang “the look and feel” dari multiuser software.
Dalam perkembangannya, client/ server dikembangkan oleh dominasi perusahaan-perusahaan
software besar yaitu Baan, Informix, Lotus, Microsoft, Novell, Oracle,
PeopleSoft, SAP, Sun, dan Sybase. Perusahaan-perusahaan ini adalah superstar
pada era pertama dimunculkannya konsep client/ server. Saat ini perusahaan-perusahaan ini, telah menjadi perusahaan komputer yang stabil dan besar.
Saat ini telah terjadi perubahan besar dari konsep client/ server itu sendiri.
Pada awalnya
pengertian client/ server yaitu sebuah sistem yang saling berhubungan dalam sebuah
jaringan yang memiliki dua komponen utama yang satu berfungsi sebagai client dan
satunya lagi sebagai server atau biasa disebut 2-Tier.
Kemudian istilah tier itu sendiri digunakan untuk menjelaskan pembagian sebuah aplikasi yang melalui client dan server. Saat ini, pembagian proses kerja telah menjadi bagian utama dari konsep client / server sehingga proses pembagian kerja telah diatur lebih spesifik.

 2-Tier
2-tier Membagi proses load kedalam dua bagian. Aplikasi utama secara logika dijalankan/ berjalan pada sisi client yang biasanya mengirimkan request dalam bentuk sintaks SQL ke sebuah database server yang berfungsi sebagai media penyimpanan data. Kita bisa juga menyebutnya dengan arsitektur fat client karena bagian terbesar atau yang utama dari aplikasi berjalan pada sisi client/ komputer client.
Model 2-tier terdiri dari tiga komponen yang disusun menjadi dua lapisan: client (yang meminta service) dan server (yang menyediakan service). Tiga komponen tersebut yaitu :
1. User Interface, yaitu antar muka program aplikasi yang berhadapan dan digunakan langsung oleh user.
2. Manajemen proses
3. Database
Arsitektur Database Server 2-tier
Client bertanggung jawab atas:
 Logika pemrosesan I/O
 Beberapa logika aturan bisnis
Server yang melakukan semua pemrosesan penyimpanan dan akses data
DBMS hanya berada pada server .


Keuntungan dan keterbatasan aplikasi 2-tier
Keuntungan :
 Client tidak perlu yang powerful .
 Mengurangi lalu lintas data pada jaringan .
 Meningkatkan keutuhan data karena semua proses terpusat .
Keterbatasan :
• Jaringan hanya sebatas jaringan LAN saja.
• Biaya yang mahal dan kompleksitas arsitektur
Kesederhanaan 2-tier :
Kesederhanaan adalah faktor utama yang mengantarkan 2-tier client/ server menjadi populer. 2-tier sangat ideal digunakan jika kita ingin membangun sebuah aplikasi dengan cepat dengan menggunakan bantuan visual builder tools seperti Delphi, VB,dll. Biasanya, hanya aplikasi yang berskala departemen/ bagian-bagian kecil yang menggunakan konsep 2-tier ini seperti sistem pengambilan keputusan (DSS) atau aplikasi berbasis web sederhana.
Dari semua definisi diatas, semua aplikasi client/ server haruslah memiliki paling tidak
2-tier : user interface pada sisi client dan data terdistribusi yang disimpan pada sisi
server.
Pembagian kerja ini adalah isu utama yang menjadikan perbedaan terbesar dalam
penentuan sukses tidaknya aplikasi yang berhubungan penyelesaian masalah
mission-critical.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar