Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net

Senin, 12 Maret 2012

Beberapa Fungsi Service Book di Blackberry


Berikut Beberapa Fungsi Service Book di Blackberry
5 Click [BrowserConfig], Berisi pengaturan yang digunakan oleh ikon Setting E-mail untuk membuat BlackBerry ® Internet akun baru Layanan atau mempertahankan yang sudah ada.
5 Click [IPPP] or 5 Click [WAP], Berisi informasi routing yang digunakan oleh ikon Setting E-mail untuk account BlackBerry Internet Service.
Browserconfig for IPPP [BrowserConfig], Berisi pengaturan untuk BlackBerry Internet Browser Layanan seperti sebuah homepage atau bookmark yang telah dikonfigurasikan.
IPPP for BIBS [IPPP], Berisi informasi mengenai BlackBerry Internet Browser Layanan informasi routing.
Desktop [BBIM] or BlackBerry [BBIM], Berisi informasi catatan yang digunakan untuk mengirim pesan instan dengan layanan pesan instan perusahaan seperti Blackberry ® Messengger.
Desktop [BrowserConfig] or BlackBerry [BrowserConfig], Berisi pengaturan untuk BlackBerry ® Browser seperti situs atau bookmark yang telah dikonfigurasikan.
Desktop [CICAL] or BlackBerry [CICAL], Berisi informasi yang diperlukan untuk operasi kalender BlackBerry nirkabel.
Desktop [CMIME] or BlackBerry [CMIME], Berisi informasi yang diperlukan untuk mengirim pesan dan melakukan fungsi seperti Rekonsiliasi pesan email nirkabel.
Desktop [IPPP] or BlackBerry [IPPP], Berisi informasi yang diperlukan untuk menggunakan dan browsing Internet dengan menggunakan BlackBerry ® Mobile Data System (BlackBerry MDS).
Desktop [SYNC] or BlackBerry [SYNC], Berisi informasi yang digunakan untuk menyinkronkan database organizer nirkabel dan nirkabel cadangan dan mengembalikan data smartphone BlackBerry.
Provisioning [Provisioning], Berisi informasi yang digunakan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan ikon Aktivasi untuk perangkat BlackBerry Enterprise Software 4.0
MMS Transport [WAP], Berisi informasi yang diperlukan untuk mengirim Multimedia Messaging Service (MMS) pesan melalui Wireless Application Protocol (WAP) 1.x
MMS Transport [WPTCP], Berisi infromation yang diperlukan untuk mengirim pesan MMS melalui WAP 2.x.
MMS client [MMS], Berisi informasi mengenai penyedia nirkabel pengaturan MMS.
WAP Browser [BrowserConfig], Berisi pengaturan untuk WAP Browser seperti sebuah homepage atau bookmark yang telah dikonfigurasikan.
WAP Transport [WAP], Berisi informasi yang diperlukan untuk menyambung ke penyedia nirkabel WAP 1.x gateway.
WAP2 Transport [WPTCP], Berisi informasi yang diperlukan untuk menyambung ke penyedia nirkabel WAP 2.x gateway.
WAP Push Config [WAPPushConfig], Berisi informasi yang digunakan untuk setup sambungan WAP-push pada smartphone BlackBerry untuk aplikasi WAP tergantung dan juga digunakan untuk pemberitahuan pesan MMS baru dikirim menggunakan WAP Push.
Web Client [CMIME], Berisi informasi yang diperlukan untuk mengirim pesan dan melakukan fungsi seperti rekonsiliasi email nirkabel dengan BlackBerry Internet Service 1,8.
Yahoo Messenger [YHO], Berisi informasi catatan yang digunakan untuk mengirim pesan instan dengan menggunakan Yahoo! ® Messenger.
[{Retail_Instant_Messaging_Application}] [BBIMConfig], Berisi konfigurasi dan pembawa informasi untuk aplikasi pesan instan ritel dan juga digunakan dalam penciptaan SB [KEYNOGO].
[{Retail_Instant_Messaging_Application}] [BBIM], Berisi informasi yang diperlukan untuk mengirimkan pesan instan dengan aplikasi pesan instan ritel.
[{Retail_Instant_Messaging_Application}] [KEYNOGO], Berisi informasi yang digunakan untuk enkripsi dan dekripsi pesan instan yang dikirim menggunakan aplikasi pesan instan ritel. Sebagai contoh, algoritma yang digunakan oleh Google Talk adalah Advanced Encryption Standard (AES) 256 bit.
[{your_email_address}] [CMIME], Berisi informasi yang diperlukan untuk mengirim pesan email dan melakukan fungsi seperti rekonsiliasi email nirkabel dengan BlackBerry Internet Service.
[{your_email_address}] [CICAL], Berisi informasi yang diperlukan untuk operasi kalender nirkabel BlackBerry dengan BlackBerry Internet Service berjalan BlackBerry Device Software 4,2
Sumber:

Membaca Pesan BBM Tanpa Diketahui Pengirim Bahwa Pesannya Telah Terbaca


BlackBerry Messenger atau BBM adalah aplikasi pesan instan yang sangat populer dari Smartphone BlackBerry.Sampai saat ini belum ada smartphone lain yang bisa menandingi kepopuleran BBM smartphone BlackBerry.
BBM tidak seperti aplikasi pesan instan pada umumnya yang dapat sign out dan sign in sesuai keinginan. BBM selalu online selama paket data BIS (BlackBerry Internet Service) dan BES (BlackBerry Enterprise Service) tersedia.
Ini adalah sisi kelemahan dari BBM, kita akan dapat di hubungi oleh siapapun yang ada di contact BBM di mana saja dan kapan saja selama paket BIS atau BES aktif.
Apabila kita ingin menghindar atau seolah-olah sibuk sampai belum sempat membaca pesan BBM dari si pengirim. Tetapi sebenarnya kita sudah membacanya tanpa di ketahui oleh si pengirim kalau ternyata pesannya sudah kita baca.
Pada aplikasi BBM terdapat dua notifikasi status pesan yang telah kita kirim ke teman BBM yaitu notifikasi huruf D (Delivered) dan R (Read)
“D” (Delivered):
Pesan terkirim tetapi belum di baca oleh si penerima
“R” (Read):
Dari notifikasi D di atas akan berubah R apabila pesan BBM telah di baca oleh si penerima
Berikut adalah tips untuk membaca pesan BBM tanpa di ketahui si pengirim:
Buka Aplikasi BBM
Tekan Menu kemudian “Options”
Pada menu “Save Chat History” dari pilihan “never” anda ganti ke “Media Card”
Tekan Back atau Escape lalu Save
Langkah di atas adalah menyimpan semua riwayat pesan BBM pada Media Card BlackBerry.
Untuk dapat membaca pesan BBM tanpa merubah notifikasi “D” menjadi “R” adalah, saat anda menerima pesan masuk BBM jangan langsung buka pesan dari pengirim.
Masuk BBM >> sorot pada contact yang mengirim pesan BBM >> tekan menu >> View Chat History >> Lihat pesan terakhir yang masuk.
Dengan cara tersebut anda dapat membaca BBM tanpa di ketahui pengirim, karena anda membaca pesan melalui history/riwayat yang telah di simpan pada media card tadi.
Dengan begitu notifikasi “D” yang ada di BBM si pengirim tidak akan berubah menjadi “R” yang artinya pesan BBM belum di baca. tinggal anda berikan alasan yang tepat di saat bertatap muka dengan si pengirim tersebut. Misal: BlackBerry ketinggalan atau sedang nyetir jadi belum sempat baca BBM.
Sumber:

Shortcut Blackberry


BlackBerry Shortcut
1. Name: Decibel meter.
• Description/purpose: Displays your signal strength in decibels, instead of bars.
• Process: Hold “Alt” and press “N”, “M”, “L”, “L” (repeat to reverse the effect).
2. Name: Address Book file verification.
• Description/purpose: Checks the data in your Address Book for inconsistencies.
• Process: In the Address Book, hold “Alt” and press “V”, “A”, “L”, “D”.
3. Name: Address Book data structure rebuild.
• Description/purpose: Forces a data structure re-build in the Address Book…
• Process: In the Address Book, hold “Alt” and press “R”, “B”, “L”, “D”.
4. Name: View source code.
• Description/purpose: Displays the source code of a Web page.
• Process: In the Browser, hold “Alt” and press “R”, “B”, “V”, “S”.
5. Name: Help Me! menu.
• Description/purpose: Provides crucial technical information about your device, for
when seeking technical support or help in forums…
• Process: Hold “Alt” and (left) “shift”, then press “H”.
6. Name: IMEI display.
• Description/purpose: Displays your device’s international mobile equipment identity
(IMEI – your serial number) on-screen… Also works from all other GSM handsets.
• Process: Type “*”, “#”, “0″, “6″, “#” on the Home screen.
7. Name: “Soft” reset.
• Description/purpose: Performs a “soft” reset of your device; the equivalent of doing a
“battery pull” (ie. Removing the battery for a few seconds).
• Process: Press-and-hold “Alt”, then press-and-hold (left) “shift”, then press-and-hold
“Del”.
8. Name: Event Log.
• Purpose: Displays event logs of all the system-level events that occur on your
device…
• Process: Hold “Alt” and press “L”, “G”, “L”, “G”.
Activation Shortcut Homescreen (Dial from Homescreen inactive)

From homescreen :
Press key ✆ (green color) –> Wheel-click –> Options –> General Options  –> Dial from homescreen : choose NO –> Save
Shortcut from Homescreen, press :
A : Address book
B : Browser
C : Compose messege
D : memo paD
E : Enterprise messenger v2
F : proFiles
G : Google talk
H : Help
I : aol Instant messenger
K : locK
L : caLender
M : Messeges
N : blackberry messeNger
O : Options
Q : enterprise messenger
R : alaRm
S : Search
T : Task
U : calcUlator
V : saVed messeges
W : Wap browser
X : window live messenger
Y : Yahoo messenger
for back to activation Dial from Homescreen (shortcut inactive)
From homescreen :
Press key ✆ (green color) –> Wheel-click –> Options –> General Options  –> Dial from homescreen : choose YES –> Save
sumber :

LED kode Blackberry


LED Code
Kode kedipan lampu LED pada saat awal loading blackberry menunjukkan suatu nilai biner yang menginformasikan pesan dari bootROM.
Kode ini ditampilkan dalam bentuk kedipan lampu led berwarna merah,
biner 1 ditunjukkan dengan nyala kedip (lampu merah) sedangkan
biner 0 ditunjukkan dengan tidak nyalanya led (off). Apabila led menyala secara kontinyu, ini merupakan pesan sedang melakukan security wipe,
apabila led menyala kontinyu tidak pada saat melakukan security wipe, ini mengindikasikan adanya kerusakan hardware.

* 1 (desimal = 1) Bukan problem, kode ini adalah normal saat restart
* 11 (desimal = 3) Tidak ada sistem operasi di dalam blackberry, lakukan reload sistem operasi dengan MFI
* 101 (desimal = 5) Bad OS CRC
* 111 (desimal = 7) Missing OS CRC
* 1011 (desimal = 11) Missing OS Trailer
* 1101 (desimal = 13)OS Not Signed, coba loading OS kembali
* 1111 (desimal = 15) OS Signature Invalid, coba loading kembali OS dan biarkan mati tanpa baterai selama hampir 30 menit, kemudian coba hidupkan kembali. Apabila tetap muncul pesak kesalahan, coba lakukan penggantian flash.
* 10101 (desimal = 21) Unknown Flash Manufacturer, coba lakukan penggantian flash
* 10111 (desimal = 23) Flash Initialization Problem, coba lakukan penggantian flash
* 11011 (desimal = 27) Flash Erase Failure ,coba lakukan penggantian flash
* 11101 (desimal = 29) Flash Operation Out Of Range
* 11111 (desimal = 31) Bad BootROM CRC, coba lakukan penggantian flash
* 101011 (desimal = 43) USB Driver Error
* 101101 (desimal = 45) No BootROM CRC
* 101111 (desimal = 47) Flash Write Failure, coba lakukan penggantian flash
* 110101 (desimal = 53) Invalid Memory Configuration Table
* 110111 (desimal = 55) Password Not Initiated
* 111011 (desimal = 59) RAM Initialization Problem, coba lakukan penggantian flash
* 111101 (desimal = 61) Cache No Pages Free
* 111111 (desimal = 63) Cache Invalid Page Type
* 1010101 (desimal = 85) Random Number Failure
* 1010111 (desimal = 87) OSStore Failure
* 1011011 (desimal = 91) Security Init Failure
* 1011101 (desimal = 93) NAND failure
* 1011111 (desimal = 95) General Assert Failure
* 1101011 (desimal = 107) GPIO failure
* 1101101 (desimal = 109) Runtime library failure
* 1101111 (desimal = 111) Exception: undefined isntruction
* 1110101 (desimal = 117) Exception: SWI
* 1110111 (desimal = 119) Exception: Prefetch Abort
* 1111011 (desimal = 123) Exception: Data Abort
* 1111101 (desimal = 125) Exception: Reserved
* 1111111 (desimal = 127) Exception: IRQ
* 10101011 (desimal = 171) Exception: FIQ

SUMBER:

Tugas ke 1 sosftskill Dosen Tisa Maharani “Bank dan Perbankan”


A.                 PENGERTIAN DAN KALISIFIKASI BANK

Bank adalah sebuah lembaga perantara keuangan yang memiliki wewenang dan fungsi untuk menghimpun dana masyarakat umum untuk disalurkan.

Sedangkan menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Dari definisi bank di atas dapat ditarik kesimpulan, yaitu bank merupakan suatu lembaga dimana kegiatannya menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, seperti tabungan, deposito, maupun giro, dan menyalurkan dana simpanan tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan, baik dalam bentuk kredit maupun bentuk-bentuk lainnya.
“Bank sebagai perantara keuangan (financial intermediary)”
Maksudnya adalah bank menjadi perantara keuangan antara pihak yang kelebihan dana (surplus unit) dengan pihak yang membutuhkan dana (defisit unit).
“Bank memiliki fungsi sebagai “Agen Pembangunan” (Agent of Development)”
Sebagai badan usaha, bank tidaklah semata-mata mengejar keuntungan (profit oriented), tetapi bank turut bertanggung jawab dalam pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dalam hal ini bank juga memiliki tanggung jawab sosial.
Klasifikasi bank
1.                  Klasifikasi bank berdasarkan fungsi atau status operasi:
-Melaksanakan kebijakan moneter dan keuangan
-Memberi nasehat pada pemerintah untuk soal-soal moneter dan keuangan
-Melakukan pengawasan, pembinaan,dan pengaturan perbankan
-Sebagai banker’s bank atau lender of last resort
-Memelihara stabilitas moneter
-Melancarkan pembiayaan pembangunan ekonomi
-Mendorong pengembangan perbankan dan sistem keuangan yang sehat.
Dengan demikian ada dua cara yang dapat ditempuh oleh bank dalam menjalankan usahanya, yaitu:
a.                  Secara konvensional.
Dalam hal ini bank menggunakan cara-cara yang biasa dipraktekkan dalam dunia perbankan pada umumnya, yaitu menggunakan instrumen “bunga” (interest). Bank akan memberikan jasa bunga tertentu kepada penabung, deposan, atau giran, di sisi lain bank akan mengenakan jasa atau biaya bunga juga kepada debitur, tentunya dengan tingkat yang lebih tinggi.
b.                  Prinsip Syariah
Pada butir 13 Pasal 1 UU Nomor 10 Tahun 1998 ini, dijelaskan bahwa “Prinsip Syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan atau pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syariah, antara lain pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah), pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musharakah), prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah), atau pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip sewa murni tanpa pilihan (ijarah), atau dengan adanya pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina).
2.                   Klasifikasi bank berdasarkan kepemilikan:
a.                  Bank Milik Negara adalah bank yang seluruh sahamnya dimiliki oleh negara. Tahun 1999, lahir bank pemerintah yang baru yaitu Bank Mandiri, yang merupakan hasil merger atau penggabungan bank-bank pemerintah yang ada sebelumnya.
b.                  Bank Pemerintah Daerah adalah bank yang sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah. Bank milik Pemerintah Daerah yang umum dikenal adalah Bank Pembangunan Daerah (BPD), yang didirikan berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 1962. Masing-masing Pemerintah Daerah telah memiliki BPD sendiri. Di samping itu beberapa Pemerintah Daerah memiliki Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yaitu salah satu jenis bank yang dikenal melayani golongan pengusaha mikro, kecil dan menengah dengan lokasi yang pada umumnya dekat dengan tempat masyarakat yang membutuhkan.
c.                   Bank Swasta Nasional, Setelah pemerintah mengeluarkan paket kebijakan deregulasi pada bulan Oktober 1988 (Pakto 1988), muncul ratusan bank-bank umum swasta nasional yang baru. Namun demikian, bank-bank baru tersebut pada akhirnya banyak yang dilikuidasi oleh pemerintah. Bentuk hukum bank umum swasta nasional adalah Perseroan Terbatas (PT), termasuk di dalamnya Bank Umum Koperasi Indonesia (BUKOPIN), yang telah merubah bentuk hukumnya menjadi PT tahun 1993.
d.                  Bank Swasta Asing adalah bank-bank umum swasta yang merupakan perwakilan (kantor cabang) bank-bank induknya di negara asalnya. Pada awalnya, bank-bank swasta asing hanya boleh beroperasi di DKI Jakarta saja. Namun setelah dikeluarkan Pakto 27, 1988, bank-bank swasta asing ini diperkenankan untuk membuka kantor cabang pembantu di delapan kota, yaitu Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Denpasar, Ujung Pandang (Makasar), Medan, dan Batam. Bank-bank asing ini menjalaskan fungsi sebagaimana layaknya bank-bank umum swasta nasional, dan mereka tunduk pula pada ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
e.                  Bank Umum Campuran (joint venture bank) adalah bank umum yang didirikan bersama oleh satu atau lebih bank umum yang berkedudukan di Indonesia dan didirikan oleh warga negara dan atau badan hukum Indonesia yang dimiliki sepenuhnya oleh warga negara Indonesia, dengan satu atau lebih bank yang berkedudukan di luar negeri.

3.                  Klasifikasi bank berdasarkan segi penyediaan jasa :
a.                  Bank Devisa (foreign exchange bank) adalah bank yang dalam kegiatan usahanya dapat melakukan transaksi dalam valuta asing, baik dalam hal penghimpunan dan penyaluran dana, serta dalam pemberian jasa-jasa keuangan. Dengan demikian, bank devisa dapat melayani secara langsung transaksi-transaksi dalam skala internasional.
b.                  Bank Non Devisa, merupakan Bank umum yang masih berstatus non devisa hanya dapat melayani transaki-transaksi di dalam negeri (domestik). Bank umum non devisa dapat meningkatkan statusnya menjadi bank devisa setelah memenuhi ketentuan-ketentuan antara lain: volume usaha minimal mencapai jumlah tertentu, tingkat kesehatan, dan kemampuannya dalam memobilisasi dana, serta memiliki tenaga kerja yang berpengalaman dalam valuta asing.

B.                  SIFAT INDUSTRI PERBANKAN
Sifat khusus industri perbankan, ada dua yaitu :
1.      Sebagai salah satu sub-sistem industri jasa keuangan.
Bank bisa disebut juga sebagai jantung jasa keuangan. Disebut sebagai jantung, karena bank sebagai motor penggerak roda perekonomian suatu negara, salah satu leading indicator kestabilan tingkat perekonomian suatu negara . Jika perekonomian suatu negara. Jika perbankan mengalami suatu masalah keterpurukan, hal ini adalah indikator perekonomian negara yang sedang sakit.
2.      Industri perbankan adalah industri yang sangat bertumpu kepada kepercayaan masyarakat (fiduciary financial institution). Kepercayaan masyarakat (fiduciary financial institution) adalah segala-galanya bagi bank. Begitu masyarakat tidak percaya pada bank, bank akan menghadapi “rush” dan akhirnya koleps. Di AS pada abad 19-20, setiap 20 tahun sekali terjadi krisis perbankan sebagai akibat krisis kepercayaan ( Lash, 1987 :8).
Sementara, akar masalah perbankan di Indonesia sebenarnya bisa ditelusuri dari kebijakan umum tentang perbankan. Arah kebijakan tersebut adalah liberalisasi yang monumental yaitu liberalisasi perbankan 1 Juni 1983 dan Paket Oktober (Pakto)1988.

C.                  FUNGSI PERANAN BANK SECARA UMUM
Fungsi Bank
1. Penghimpun dana Untuk menjalankan fungsinya sebagai penghimpun dana maka bank memiliki beberapa sumber yang secara garis besar ada tiga sumber, yaitu:
a. Dana yang bersumber dari bank sendiri yang berupa setoran modal waktu pendirian.
b. Dana yang berasal dari masyarakat luas yang dikumpulkan melalui usaha perbankan seperti usaha simpanan giro, deposito dan tabanas.
c. Dana yang bersumber dari Lembaga Keuangan yang diperoleh dari pinjaman dana yang berupa Kredit Likuiditas dan Call Money (dana yang sewaktu-waktu dapat ditarik oleh bank yang meminjam)
1. Penyalur/pemberi Kredit Bank dalam kegiatannya tidak hanya menyimpan dana yang diperoleh, akan tetapi untuk pemanfaatannya bank menyalurkan kembali dalam bentuk kredit kepada masyarakat yang memerlukan dana segar untuk usaha. Tentunya dalam pelaksanaan fungsi ini diharapkan bank akan mendapatkan sumber pendapatan berupa bagi hasil atau dalam bentuk pengenaan bunga kredit. Pemberian kredit akan menimbulkan resiko, oleh sebab itu pemberiannya harus benar-benar teliti dan memenuhi persyaratan. Mungkin Anda pernah mendengar beberapa bank dilikuidasi atau dibekukan usahanya, salah satu penyebabnya adalah karena banyak kredit yang bermasalah atau macet.
2. Penyalur dana-dana yang terkumpul oleh bank disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk pemberian kredit, pembelian surat-surat berharga, penyertaan, pemilikan harta tetap.
3. Pelayan Jasa Bank dalam mengemban tugas sebagai “pelayan lalu-lintas pembayaran uang” melakukan berbagai aktivitas kegiatan antara lain pengiriman uang, inkaso, cek wisata, kartu kredit dan pelayanan lainnya.
Adapun secara spesifik bank bank dapat berfungsi sebagai agent of trust, agent of develovment dan agen of services.
1. Agent Of Trust yaitu lembaga yang landasannya kepercayaan. Dasar utama kegiatan perbankkan adalah kepercayaan ( trust ), baik dalam penghimpun dana maupun penyaluran dana. Masyarakat akan mau menyimpan dana dananya di bank apabila dilandasi kepercayaan. Dalam fungsi ini akan di bangun kepercayaan baik dari pihak penyimpan dana maupun dari pihak bank dan kepercayaan ini akan terus berlanjut kepada pihak debitor. Kepercayaan ini penting dibangun karena dalam keadaan ini semua pihak ingin merasa diuntungkan untuk baik dari segi penyimpangan dana, penampung dana maupun penerima penyaluran dana tersebut.
2. Agent Of Development yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Kegiatan bank berupa penghimpun dan penyalur dana sangat diperlukan bagi lancarnya kegiatan perekonomian di sektor riil. Kegiatan bank tersebut memungkinkan masyarakat melakukan kegiatan investasi, kegiatan distribusi, serta kegiatan konsumsi barang dan jasa, mengingat bahwa kegiatan investasi , distribusi dan konsumsi tidak dapat dilepaskan dari adanya penggunaan uang. Kelancaran kegiatan investasi, distribusi, dan konsumsi ini tidak lain adalah kegiatan pembangunan perekonomian suatu masyarakat.
3. Agent Of Services yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Disamping melakukan kegiatan penghimpun dan penyalur dana, bank juga memberikan penawaran jasa perbankan yang lain kepada masyarakan. Jasa yang ditawarkan bank ini erat kaitannya dengan kegiatan perekonomian masyarakat secara umum.
Peran Bank
Dalam menjalankan kegiatannya bank mempunyai peran penting dalam sistem keuangan, yaitu:
1. Pengalihan Aset (asset transmutation) yaitu pengalihan dana atau aset dari unit surplus ke unit devisit. Dimana sumber dana yang diberikan pada pihak peminjam berasal pemilik dana yaitu unit surplus yang jangka waktunya dapat diatur sesuai dengan keinginan pemilik dana. Dalam hal ini bank berperan sebagai pangalih aset yang likuid dari unit surplus (lender) kepada unit defisit (borrower).
2. Transaksi (transaction), Bank memberikan berbagai kemudahan kepada pelaku ekonomi untuk melakukan transaksi. Dalam ekonomi modern, trnsaksi barang dan jasa tidak pernah terlepas dari transaksi keuangan. Untuk itu produk-produk yang dikeluarkan oleh bank (giro, tabungan, depsito, saham dan sebagainya)merupakan pengganti uang dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran.
3. Likuiditas (liquidity), Unit surplus dapat menempatkan dana yang dimilikinya dalam bentuk produk-produk berupa giro, tabungan, deposito, dan sebagainya. Produk-produk tersebut masing-masing mempunyai tingkat likuiditas yang berbeda-beda. Untuk kepentingn likuiditas para pemilik dana dapat menempatkan dananya sesuai dengan kebutuhan dan kepentingannya. Dengan demikian bank memberikan fasilitas pengelolaan likuiditas kepada pihak yang mengalami surplus likuiditas dan menyalurkannya kepada pihak yang mengalami kekurangan likuiditas.
4. Efisiensi (efficiency), Peranan bank sebagai broker adalah menemukan peminjam dan pengguna modal tanpa mengubah produknya. Disini bank hanya memperlancar dan mempertemukan pihak-pihak yang saling membutuhkan. Adanya informasi yang tidak simetris (asymmetric information) antara peminjam dan investor menimbulkan masalah insentif. Peran bank menjadi penting untuk memecahkan masalah insentif tersebut. Untuk itu jelas peran bank dalam hal ini yaitu menjembatani dua pihak yang saling berkepentingan untuk menyamakan informasi yang tidak sempurna, sehingga terjadi efisiensi biaya ekonomi.

D.                 PERANAN BANK INDONESIA DALAM PERBANKAN
Bank Indonesia memiliki lima peran utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Kelima peran utama yang mencakup kebijakan dan instrumen dalam menjaga stabilitas sistem keuangan itu adalah:
1. Bank Indonesia memiliki tugas untuk menjaga stabilitas moneter antara lain melalui instrumen suku bunga dalam operasi pasar terbuka. Bank Indonesia dituntut untuk mampu menetapkan kebijakan moneter secara tepat dan berimbang. Hal ini mengingat gangguan stabilitas moneter memiliki dampak langsung terhadap berbagai aspek ekonomi.
2. Bank Indonesia memiliki peran vital dalam menciptakan kinerja lembaga keuangan yang sehat, khususnya perbankan. Penciptaan kinerja lembaga perbankan seperti itu dilakukan melalui mekanisme pengawasan dan regulasi.
3. Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Bila terjadi gagal bayar (failure to settle) pada salah satu peserta dalam sistem sistem pembayaran, maka akan timbul risiko potensial yang cukup serius dan mengganggu kelancaran sistem pembayaran. Kegagalan tersebut dapat menimbulkan risiko yang bersifat menular (contagion risk) sehingga menimbulkan gangguan yang bersifat sistemik. Bank Indonesia mengembangkan mekanisme dan pengaturan untuk mengurangi risiko dalam sistem pembayaran yang cenderung semakin meningkat. Antara lain dengan menerapkan sistem pembayaran yang bersifat real time atau dikenal dengan nama sistem RTGS (Real Time Gross Settlement) yang dapat lebih meningkatkan keamanan dan kecepatan sistem pembayaran.
4. Melalui fungsinya dalam riset dan pemantauan, Bank Indonesia dapat mengakses informasi-informasi yang dinilai mengancam stabilitas keuangan. Melalui pemantauan secara macroprudential, Bank Indonesia dapat memonitor kerentanan sektor keuangan dan mendeteksi potensi kejutan (potential shock) yang berdampak pada stabilitas sistem keuangan. Melalui riset, Bank Indonesia dapat mengembangkan instrumen dan indikator macroprudential untuk mendeteksi kerentanan sektor keuangan.
5. Bank Indonesia memiliki fungsi sebagai jaringan pengaman sistem keuangan melalui fungsi bank sentral sebagai lender of the last resort (LoLR). Fungsi LoLR merupakan peran tradisional Bank Indonesia sebagai bank sentral dalam mengelola krisis guna menghindari terjadinya ketidakstabilan sistem keuangan. Fungsi sebagai LoLR mencakup penyediaan likuiditas pada kondisi normal maupun krisis. Fungsi ini hanya diberikan kepada bank yang menghadapi masalah likuiditas dan berpotensi memicu terjadinya krisis yang bersifat sistemik. Pada kondisi normal, fungsi LoLR dapat diterapkan pada bank yang mengalami kesulitan likuiditas temporer namun masih memiliki kemampuan untuk membayar kembali.

E.                  DEREGULASI PERBANKAN INDONESIA
Deregulasi perbankan adalah keadaan dimana terjadinya perubahan peraturan dalam perbankan, khususnya di Indonesia. Hal ini terjadi karena belum tangguhnya keadaan perbankan Indonesia, disebabkan perbankan Indonesia adalah warisan dari negara penjajah di Indonesia sehingga tidak memiliki kemampuan untuk mengelola perbankan dengan baik dan Indonesia memang tidak didasari untuk belajar dari negara-negara lain yang sudah lebih lama mengatur soal bank.
Deregulasi ini dimaksudkan dengan tujuan membuat suasana perbankan di Indonesia lebih stabil. Maka dibuatlah kebijakan – kebijakan yang mengatur tentang perbankan Indonesia. Mulai dari 1 juni tahun 1983 yang memberikan keleluasaan kepada bank-bank untuk menentukan suku bunga deposito. Dilanjutkan dengan  Paket Kebijakan 27 Oktober 1988 (Pakto 88) hanya dengan modal Rp 10 milyar maka seorang pengusaha bisa membuka bank baru sehingga pada masa itu meledaklah jumlah bank di Indonesia. Lalu  Paket Februari 1991 (Paktri) yang berupaya mengatur pembatasan dan pemberatan persyaratan perbankan dengan mengharuskan dipenuhinya persyaratan permodalan minimal 8 persen dari kekayaan sehingga diharapkan peningkatan kualitas perbankan Indonesia. UU Perbankan baru No 7 menggarisbawahi soal peniadaan pemisahan perbankan berdasarkan kepemilikan. Hingga Pakmei pemerintah berharap mengucurkan kredit, sehingga dunia usaha tidak lesu lagi dan industri otomotif bisa bergairah kembali, dan terakhir dikeluarkannya PP No 68 tahun 1996, PP ini sangat menguntungkan para nasabah karena nasabah bank akan tahu persis rapor banknya.
Sumber :